Libur 15-17 Mei, Samsat Tak Denda Kendaraan Jatuh Tempo Pajak

Libur 15-17 Mei, Samsat Tak Denda Kendaraan Jatuh Tempo Pajak

MAKASSAR – Bapenda Sulsel - Kabar baik datang bagi para pemilik kendaraan yang jatuh tempo pada libur Lebaran Idul Fitri 1439 hijriah.

Pasalnya, libur lebaran yang akan jatuh selama tiga hari berturut-turut dari 15 sampai 17 Juni mendatang akan diberi kebijakan, dengan tidak didenda selama masa liburan.

Kepala UPTD Samsat Makassar 1, Harmin Hamid mengatakan kendaraan yang jatuh tempo pada hari libur bisa diselesaikan di hari pertama kerja.

“Mereka bebas denda. Jadi ini bisa disebut sebagai bonus ramadan. Tapi dengan catatan, hari pertemuan kerja, mereka harus membayar pajak kendaraannya,” ujar Harmin, Selasa (5/6/2018).

Dari data Badan Pendapatan Daerah Sulsel, melalui Samsat Wilayah 1 Makassar, kendaraan yang akan jatuh tempo di libur lebaran 1439 hijriah, sebanyak 1700 kendaraan bagi roda dua, dan 653 kendaraan untuk roda empat.

Artinya total kendaraan yang tidak di bebankan denda pajak kendaraan pada libur lebaran nanti sebanyak 2.353 unit kendaraan.

“Untuk total pajak kendaraan dari 2353 itu, berkisar Rp 2 miliar,” katanya.

Adapun kecamatan yang masuk di wilayah 1 Makassar meliputi, Tamalate, Mariso, Mamajang, Tallo, Rappocini, Ujung Pandang, dan Makassar.

Sementara itu, Kasi STNK Ditlantas Polda Sulsel Kompol Abdul Rachim, saat di konfirmasi mengenai hal tersebut juga mengapresiasi kebijakan yang dikeluarkan oleh Bapenda Sulsel, yang memberikan kebijakan kepada pengendara.

Namun meski demikian, Kompol Rachim berharap para pengendara saat libur lebaran nanti untuk tetap mematuhi aturan-aturan berlalu lintas.

“Ayo berkendara dengan baik, patuhi aturan berlalu lintas. Kelengkapan hingga administrasi kendaraan perlu diperhatikan pengendara. Hal itu juga agar kepolisian mudah melakukan identifikasi,” katanya dikutip Tribun.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak di harapkan, polisi kata Kompol Rachim tetap melakukan pengawasan dengan patroli di beberapa titik rawan lakalantas, serta optimalisasi arus mudik dan tiba kendaraan.