Pemutakhiran Data PBB

Pendataan dilaksanakan dengan empat alternatif, yaitu:

  1. Penyampaian dan pemantauan pengembangan SPOP
  2. Identifikasi objek pajak
  3. Verifikasi data objek
  4. Pengukuran bidang objek pajak

Kegiatan pendaftaran, pendataan, dan penilaian objek dan subjek PBB bertujuan:

  1. Menciptakan suatu basis data yang akurat dan up to date dengan mengintegrasikan semua aktivitas adminsitrasi PBB ke dalam satu wadah, sehingga pelaksanaannya dapat lebih seragam, sederhana, cepat dan efisien.
  2. Dapat tercipta pengenaan pajak yang lebih adil dan merata.
  3. Peningkatan realisasi potensi/pokok ketetapan.
  4. Peningkatan tertib administrasi dan peningkatan penerimaan pajak bumi dan bangunan.
  5. Memberikan pelayanan yang lebih baik kepada wajib pajak.

SISMIOP terdiri atas 5 (lima) unsur dan beberapa sub sistem. Didalamnya terdapat unsur NOP, Blok, ZNI, DBKB, dan program komputer, serta sub sistem pendataan, sub sistem pada tempat pelayanan. Sub sistem-sub sistem tersebut masing-masing melakukan fungsi yang berlainan, tetapi menggunakan basis data yang sama. Untuk mengoperasikan sistem ini dengan bantuan komputer, setiap objek pajak diberi NOP sebagan tanda pengenal yang unik, permanen dan standar. NOP merupakan alat yang dapat mengintegrasikan fungsi-fungsi dari masing-masing sub sistem yang ada dalam SISMIOP dalam rangka pemenuhan fungsi dan tugas pokok kantor pelayanan pajak bumi dan bangunan.